Minggu, 13 Juli 2008

REVUBLIK DEMOKRATIS ALJAZAIR

Republik Demokratik Azerbaijan (Azerbaijan: Azərbaycan Xalq Cümhuriyyəti) adalah republik demokratik dan sekuler pertama di dunia Muslim. Republik ini didirikan pada tanggal 28 Mei 1918, setelah jatuhnya kekaisaran Rusia yang dimulai dengan Revolusi Rusia tahun 1917. Kemerdekaannya dinyatakan oleh Dewan Nasional Azerbaijan di Tiflis[1]. Republik ini berbatasan dengan Rusia di utara, Republik Demokratik Georgia di barat-laut, Republik Demokratik Armenia di barat, dan Kekaisaran Persia di selatan. Luas negara ini secara kasar sekitar 120.000 km², dengan populasi 6 juta jiwa. Ganja merupakan ibu kota sementara republik ini karena Baku dikuasai oleh kaum Bolshevik.

Di bawah Republik Demokratis Azerbaijan, sistem pemerintahan berkembang, dengan parlemen terpilih berdasarkan perwakilan semesta, bebas, dan proporsional. Parlemen ini merupakan organ tertinggi kekuasaan negara dan dewan Menteri yang memegang tanggung jawab. Fatali Khan Khoyski menjadi perdana mentri pertama[2]. Di samping mayoritas nasionalis partai Musavat Azerbaijan, Ehrar, Ittihad, Muslim Sosial-Demokrat, ada juga perwakilan Armenia (21 dari 120 kursi[3]), bangsa Rusia, bangsa Polandia, Yahudi dan minoritas bangsa Jerman[4]. Beberapa anggota mendukung ide Pan-Islamis dan Pan-Turki[5].

Keberhasilan parlemen dalam memberikan perluasan hak memilih kepada kaum wanita membuat Azerbaijan menjadi negara Muslim pertama di dunia yang memberi wanita hak politik yang sama dengan pria [3]. Azerbaijan bahkan mendahului negara seperti Britania Raya dan Amerika Serikat. Pencapaian penting lainnya adalah didirikannya Universitas Negara Baku, yang merupakan universitas modern pertama yang pernah didirikan di Azerbaijan.

Tidak ada komentar: